Selamat Datang Di Website Kantor Kementerian Agama Kota Serang

119 Guru MI Terima TPG, Kemenag Tekankan Kualitas Guru dan Layanan Pendidikan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang, A. Baijuri, menghadiri sekaligus memberikan pembinaan dalam kegiatan Rapat Evaluasi dan Pembinaan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta Guru Penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Serang di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Selasa (28/4).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Nurhalim, pengawas madrasah, Ketua KKMI Kota Serang, Anwar Malik, serta kepala MI se-Kota Serang dan para guru penerima TPG.

Dalam sambutannya, Anwar Malik menyampaikan bahwa sebanyak 119 guru Madrasah Ibtidaiyah telah menerima tunjangan profesi guru. Namun, baru sekitar 50 persen yang telah dinyatakan sebagai guru profesional.

“Diharapkan para guru dapat terus meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi, sehingga seluruh guru MI dapat mencapai predikat profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Nurhalim menyoroti tantangan yang dihadapi madrasah saat ini. Ia menyebutkan bahwa madrasah tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan pendidikan berbasis keagamaan di tengah masyarakat.

“Sekarang madrasah memiliki banyak pesaing, banyak sekolah yang juga menawarkan penguatan pendidikan agama. Karena itu, madrasah harus terus berbenah, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memperkuat kompetensi guru agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” kata Nurhalim.

Menurutnya, peningkatan mutu tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, inovasi pembelajaran, serta pelayanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam arahannya, A. Baijuri mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan dasar dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Usia anak di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fase penentu arah kehidupan ke depan. Di tahap ini, kita masih memiliki peluang besar untuk membina, meluruskan, dan mengarahkan mereka agar memiliki fondasi yang kuat saat melanjutkan ke jenjang berikutnya,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan pendidikan di tingkat dasar menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, yang menuntut hadirnya sumber daya manusia unggul sejak dini.