Selamat Datang Di Website Kantor Kementerian Agama Kota Serang

Kemenag Kota Serang Kick Off Masjid Ramah Pemudik 2026 di Masjid Agung Ats-Tsauroh

Kantor Kementerian Agama Kota Serang melaksanakan Kick Off Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) Tahun 2026 pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.

Di Kota Serang, kegiatan kick off dipusatkan di Masjid Agung Ats-Tsauroh dan dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta jajaran Kementerian Agama.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Serang, Dedi Damhudi, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026. Melalui kebijakan tersebut, masjid-masjid yang berada di jalur mudik diinstruksikan untuk dapat berfungsi sebagai tempat singgah bagi para pemudik.

Menurutnya, program ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi lintas kementerian dan instansi guna memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

Dalam pelaksanaannya di Kota Serang, sejumlah masjid telah ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik, di antaranya:

1. Masjid At-Tsauroh, Kec. Serang

2. Masjid Miftahul Jannah, Pesanggrahan, Walantaka

3. Masjid Assalam, Drangong, Kecamatan Taktakan

4. Masjid Nurul Mubin, Sukajaya, Kecamatan Curug

5. Masjid Al-Ittihad, Sukadana 2, Kecamatan Kasemen

6. Masjid Jami Assafar Pakupatan, Kecamatan Cipocok Jaya

Masjid-masjid tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan dasar bagi para pemudik, seperti tempat istirahat, fasilitas ibadah, serta ruang transit yang aman dan nyaman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang, A. Baijuri, menegaskan bahwa kehadiran program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap program pemerintah dalam mengelola arus mudik yang setiap tahun menjadi agenda nasional.

“Kementerian Agama hadir membantu pemerintah dalam hal mudik yang rutin setiap tahun. Karena kita ketahui bersama bahwa para pemudik mungkin saja membutuhkan tempat dan waktu untuk beristirahat atau transit sejenak, kemudian melanjutkan kembali perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Menteri Agama telah menginstruksikan jajaran Kementerian Agama di daerah untuk menyiapkan masjid-masjid yang strategis di jalur mudik.

“Oleh karenanya, Pak Menteri menginstruksikan kami untuk memilih titik masjid ramah pemudik, terutama yang banyak dilintasi oleh para pemudik,” lanjutnya.

Baijuri juga menekankan bahwa mudik harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat.

“Mudik ini harus MENYALA, yaitu Menyenangkan, Nyaman, dan Lancar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ats-Tsauroh, Roni Khaeroni, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik program Masjid Ramah Pemudik sebagai bentuk amal sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan amal saleh melalui kick off Masjid Ramah Pemudik. Masjid bukan hanya tempat ibadah saja, tetapi juga sarana tempat transit bagi para musafir atau para pemudik. Kami dari DKM insya Allah menyambut hangat para pemudik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya setiap tahun selalu terbuka dan siap mendukung kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya para pemudik yang melintas di Kota Serang.

Melalui program ini, Kementerian Agama berharap masjid dapat semakin berperan sebagai pusat pelayanan umat, tidak hanya dalam fungsi ibadah, tetapi juga sebagai ruang kemaslahatan sosial bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.