
Semangat kebersamaan dan moderasi beragama mewarnai hari kedua rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Serang. Pada Jumat (7/8), jajaran pegawai Kementerian Agama Kota Serang melaksanakan aksi bersih-bersih rumah ibadah di sejumlah titik sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama.
Kegiatan ini menyasar tiga rumah ibadah, yakni Masjid Baitussolihin, Gereja Paroki Kristus Raja Serang, dan Vihara Metta. Seluruh peserta bergotong royong membersihkan area dalam maupun luar rumah ibadah agar tetap nyaman, bersih, dan layak digunakan oleh masyarakat untuk beribadah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang, A. Baijuri, mengatakan bahwa aksi bersih-bersih rumah ibadah tidak hanya menjadi bagian dari semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga merupakan bentuk nyata implementasi Ekoteologi yang menjadi salah satu arah kebijakan Kementerian Agama.
"Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai agama. Karena itu, aksi bersih-bersih rumah ibadah ini tidak sekadar menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa merawat ciptaan Tuhan merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama di Kota Serang," ujar A. Baijuri.
Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan rumah ibadah merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang ibadah yang nyaman sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan.
Ia juga mengatakan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
"Merawat rumah ibadah berarti merawat ruang-ruang persaudaraan. Ketika kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tanpa membedakan agama, kita sedang merawat Indonesia yang rukun dan harmonis. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi budaya bersama," pungkasnya.

