
Kantor Kementerian Agama Kota Serang turut hadir dan meramaikan acara Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Sebanyak 515 peserta dari keluarga besar Kementerian Agama Kota Serang hadir bersama ratusan ribuan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang agama untuk mengikuti rangkaian zikir dan doa lintas agama. Seluruh peserta bersatu memanjatkan doa bagi bangsa dan negara sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memohon keberkahan bagi perjalanan Indonesia ke depan.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan merupakan ikhtiar batin untuk menguatkan langkah-langkah lahir dalam membangun bangsa.
"Pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan malam ini kita jadikan ikhtiar batin untuk menguatkan langkah-langkah lahir. Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi," ujarnya.
Menurut Menteri Agama, peringatan 81 tahun kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali mensyukuri anugerah kemerdekaan yang diraih atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Karena itu, zikir dan doa bersama menjadi ruang untuk memperkuat rasa syukur sekaligus memohon keberkahan bagi bangsa Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui semangat toleransi dan persaudaraan.
"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," ungkapnya.
Keikutsertaan rombongan Kementerian Agama Kota Serang dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap upaya memperkuat moderasi beragama serta menjaga kerukunan antarumat beragama. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkokoh persatuan bangsa sekaligus menjadi energi spiritual bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

